Rabu, 13 Maret 2013

ANALISA BESI DALAM AIR


        I.            Tujuan: Untuk mengetahui cara analisa besi dalam air

     II.            Dasar teori:
Beberapa constituents (bahan-bahan) dalam air dapat menyebabkan pembentukan kerak (scale), dan steam entrainment (carry over, overspaten, muncrat) dengan demikian diperlukan beberapa treatment (perawatan) agar air tersebut memenuhi persyaratan sebagai air ketel.
Bahan-bahan pembentuk kerak yang umum antara lain: silikat, kesadahan, minyak, gula dan bahan-bahan lain yang tidak larut. Sedang korosi dapat disebabkan oleh H2S, CO, O2,NH, gula dan minyak. Adapun steam entraiment dapat disebabkan oleh beberapa bahan terlarut dan melayang-layang (TDS).
Kerak tidak disukai karena heat transfernya yang rendah pada bagian-bagian yang ditempeli kerak. Rendahnya heat transfer dapat menyebabkan panas setempat (hot spot, local heat) yang menyebabkan terjadinya titik lemah (deformasi bahan) disamping itu juga akan menyebabkan rendahnya efisiensi boiler (rendemen ketel), serta boros bahan bakar.
Korosif tidak diinginkan karena plat, pipa-pipa menjadi tipis termakan kerak, terjadi titik lemah yang menyebabkan kegagalan (kebocoran) terhadap ketel cary over (steam entraiment) tidak dikehendaki karena dapat merusak peralatan-peralatan ketel semisal pipa superheater, sudu-sudu turbine, valve-valve, dan lain-lain.

   III.            Alat dan Bahan:

*      Alat:
·         Gelas kimia
·         Corong
·         Pipet volum
·         Pemanas
·         Pipet tetes
·         Spektofotometer
·         Pengaduk
*      Bahan:
·         Sampel
·         HNO3 pekat
·         H2SO4 (1:1)
·         Amonium tiocianat
·         Larutan standar Fe



  IV.            Cara kerja:
Analisa sampel
1.      Menyaring sampel, kemudian mengambil 100 ml sampel dengan pipet volum dan memasukkannya dalam gelas kimia
2.      Menambahkan 3 tetes HNO3 pekat dan 2 ml H2SO4 (1:1), kemudian mengaduknya
3.      Memanaskannya hingga mendidih dan mendinginkannya selama 1 menit
4.      Menambahkan ammonium tiocianat 10 ml, dan mengaduknya
5.      Mengambil beberapa ml larutan untuk diamati dengan spektofotometer
Analisa larutan standar
1.      Mengambil 100 ml larutan standar Fe dan memasukkannya dalam gelas kimia
2.      Menambahkan 3 tetes HNO3 pekat dan 2 ml H2SO4 (1:1), kemudian mengaduknya
3.      Memanaskannya hingga mendidih dan mendinginkannya selama 1 menit
4.      Menambahkan ammonium tiocianat 10 ml, dan mengaduknya
5.      Mengambil beberapa ml larutan untuk diamati dengan spektofotometer

     V.            Hasil Pengamatan
Tsampel= 98
Asampel= 2 – log 98
           = 8.77 x 10-3
TFe std= 50
AFe std= 2 – log 50
          = 0.301
Fe=  x 10
                = 0.29 ppm
  VI.            Pembahasan
Air pengisi ketel adalah air yang dimasukkan ke dalam ketel untuk membuat uap atau setum (steam). Syarat air pengisi ketel berbeda-beda tergantung dari perancangan ketel. Perbedaan dapat dipengaruhi oleh tekanan kerja dan kecepatan penguapan. Persyaratan ini umumnya telah diberikan oleh pabrik pembuat ketel. Sehingga dari hasil pengamatan praktikum diatas didapatkan nilai  absorban dari sampel sebesar  8.77 x 10-3  sedangkan nilai absorban dari larutan standar Fe sebesar 0.301. Sehingga didapatkan Fe sebesar 0.29 ppm.  Menurut pabrik pembuat ketel “MAN” nilai Fe yang baik adalah sebesar 0.003, dan jika ditinjau dari tekanan kerjanya (super kritis >210) nilai Fe yang dianjurkan dalam air pengisi adalah 0.01. Jika melihat dari ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai Fe yang didapat dari praktikum belum sesuai dengan ketentuan yang ada. Jika nilai tersebut tetap dipertahankan, tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi korosi didalam ketelan.

VII.             Kesimpulan
1.      Praktikan telah mengetahui dan memahami cara analisa besi dalam air
2.      Korosi dapat terjadi karena terbentuknya hidroksida logam, besi akan menjadi Fe(OH)2 dan bila didalam air terdapat oksigen  akan terbentuk karat
3.      Biasanya air pengisi ketel didapatkan dari air embun dan air alam. Karena pemakaian air embun belum sepenuhnya bisa mencukupi kebutuhan air dalam pabrik maka pemakaian air alam pun dianjurkan, tetapi harus melalui beberapa analisa. Analisa ini bertujuan untuk menghindari sekecil mungkin kerusakan-kerusakan dalam pipa ketel yang diakibatkan oleh air pengisi ketel.
4.      Air alam adalah air yang diambil dari alam, merupakan air kali, air sumur, atau sumber lain. Didalam air terdapat kotoran terlarut maupun tidak. Kotoran-kotoran yang terkandung didalam air ini dapat menimbulkan keburukan missal kerak (batu ketel) ataupun kerusakan logam lain

VIII.            Daftar Pustaka
1)      Effendi, Achmad.2009. Teknologi Gula. Beemarketer Institute. Jakarta
2)      Soejardi. 1993. Air Pengisi Ketel dan Air Ketel. LPP. Yogyakarta



                                                                                            





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar